Bayang Reka Television  on Flash Media merupakan Streaming TV dengan system looping playback.

Sekretariat:
Bugel mas Indah D9-1,Karawaci,Tangerang, Indonesia - 15113
Phone/Fax: (021) 5517190
Email: bayangrekatv@yahoo.com
Bayang Reka Television on Flash Streaming Media
Hak Cipta @ Bayang Reka Television - Po Box 638 Tangerang 15001 Indonesia Phone: 021-5517190 e-mail: bayangrekatv@yahoo.com
Psikologi Meditasi dan Kesehatan: Menghadirkan  Status dan Arah Masa Depan Bagi Pelakunya


Sejak empat dekade masyarakat telah disuguhi dan  menyaksikan penelitian ilmiah yang substansial tentang meditasi sebagai terapi pikiran-tubuh alternatif.
Dilwar Hussain, Bhushan Braj  telahn melakukan penelitian berkaitan dengan psikologi meditasi terhadap pembentukan pribadi, status serta arah diri bagi masa depan pelakunya. Penelitian ini mereka lakukan untuk upaya pengembangan ilmiah tentang meditasi sertta merupakan upaya untuk memberikan pandangan yang komprehensif berkaitan dengan apa makna dan fungsi sebenarnya dari psikologi meditasi.

Dilwar Hussain, Bhushan Braj mengulas temuan utama yang berhubungan dengan meditasi dan dampaknya pada berbagai gangguan.

Dua jenis utama dari praktek meditasi  (konsentrasi dan kesadaran) diperkenalkan. Pengaruh meditasi pada fisiologi manusia seperti detak jantung, tekanan darah, aktivitas korteks, metabolisme, respirasi, dan resistensi kulit menjadi standar pencapaian meditasi secara psikologis.

Dampak meditasi pada persepsi manusia dan kognisi terlihat sangat signifikan dalam hasil temuan penelitian ini. Kemungkinan jalur atau mekanisme melalui meditasi seperti dampak kesehatan, relaksasi, desensitisasi sistematis, pelepasan kenangan ditekan,dan berbagai pelepasan menurut Dilwar sangat memungkinkan dapat dicapai dalam kegiatan relaksasi,minimal secara psikologis.
Dampak tersebut akan menjadi sangat signifikan terhadap pembentukajn status diri serta memperjelas arah masa depan bagi para pelakunya. Penedlitian Dilwar minimal memberi harapan yang besar bagi para pelaku meditasi yang selama ini banyak diombang ambingkan oleh issue issue yang saling berseberangan antara satu dengan yang lainnya.
.Akhirnya, isu-isu konseptual dan metodologis utama yang perlu mendapat perhatian serius dari para peneliti di daerah ini untuk kajian yang lebih dalam berkaitan dengan fenomena-fenomena psikologis dari sebuah kegiatan meditasi.
Kami memiliki 22 room flash streaming edisi terbaru, yang semuanya bisa anda download secara bebas.
Untuk menikmatinya silahkan tekan tombol perak maka anda akan terhubung dengan beberapa room studio streaming kami.


Psikopatologi  Anak dan Remaja Termasuk Prediksi Pengalaman Delusional Seperti  yang Dialami Individu Dewasa



Sebuah Studi yang dilakukan oleh James Scott, Graham Martin, Welham Joy, William Bor, Najman Jake, O'Callaghan Michael, Williams Gail, Aird Rosemary, McGrath John telah menghasilkan suatu abstraksi tentang psikopatologi anak dan remaja sebagai berikut.

Survei Masyarakat telah menunjukkan bahwa banyak individu yang dinyatakan baik laporan pengalaman seperti delusional. Para penulis meneliti psikopatologi selama masa kanak-kanak dan remaja sebagai prediktor pengalaman delusi-seperti di masa dewasa muda. 
Para penulis menganalisis data calon dari Mater-University of Queensland Studi Kehamilan, kelompok kelahiran 3.617 orang dewasa muda yang lahir antara tahun 1981 dan 1983. Psikopatologi diukur pada usia 5 dan 14 menggunakan Checklist Perilaku Anak (CBCL) dan pada usia 14 dengan menggunakan Self Pemuda-Laporan (YSR). Delusional pengalaman seperti diukur pada usia 21 dengan menggunakan Peters Delusional Inventory.
Hubungan antara anak-anak dan remaja gejala dan pengalaman kemudian delusi-seperti telah diteliti dengan menggunakan regresi logistik. HASIL: CBCL tinggi skor pada usia 5 dan 14 memprediksi tingkat tinggi pengalaman delusi seperti pada usia 21 (odds rasio untuk yang tertinggi dibandingkan dengan kuartil lainnya gabungan adalah 1,25 dan 1,85, masing-masing). Mereka dengan skor YSR di kuartil tertinggi pada usia 14 tahun hampir empat kali lebih mungkin untuk memiliki tingkat pengalaman delusi seperti pada usia 21 (rasio odds = 3,71).
Remaja-onset psikopatologi dan psikopatologi terus menerus baik melalui masa kanak-kanak dan remaja sangat diprediksi pengalaman delusi seperti pada usia 21. Halusinasi pada usia 14 secara bermakna dikaitkan dengan pengalaman delusi seperti pada usia 21. Pola umum asosiasi bertahan ketika disesuaikan dengan penggunaan narkoba sebelumnya atau adanya psikosis nonaffective pada usia 21.

KESIMPULAN:
Psikopatologi selama masa kanak-kanak dan remaja memprediksi pengalaman delusi-seperti orang dewasa. Memahami faktor-faktor biologis dan psikososial yang mempengaruhi lintasan perkembangan ini dapat memberikan petunjuk kepada patogenesis pengalaman seperti psikotik.
Sekelumit  tentang Bayang
Bayang Reka Television telah menjadi ada sebagai rasa sayang kami terhadap Sdri. Bayang Reka Pradini (alm) yang begitu atensi terhadap hal-hal yang berkaitan dengan pengentasan budaya disekitarnya.


Bayang Reka Pradini dilahirkan pada tanggal 16 Desember 1989 dan dipanggil Tuhan pada tanggal 12 Januari 2006. Kendati usianya yang masih relatif muda, perhatiannya terhadap musik menjadi bagian yang begitu penting bagi kami. Bayang Reka Pradini menjadi inspirasi kami untuk terus menerus berkarya, tidak harus dengan upaya yang rumit,     sederhana  namun berarti terutama bagi diri sendiri dan bagi orang lain. Bayang Reka Television adalah sisi lain dari usaha untuk tetap menghidupkan semangat Bayang Reka Pradini di dunia ini. Kekuatan dasar yang menopang semangat kami adalah kegigihan pahlawan kecil kami, yang terus menerus berupaya untuk tetap eksis disetiap tempat, setiap waktu, bahkan mungkin sampai saat ini, Bayang masih terus melihat kegigihan kami juga untuk terus mengabadikan perjuangannya.
Sejak usia TK, Bayang selalu menjadi juara kelas, dan kecerdasannya memang sudah tampak sejak ia berusia 2 tahun. Ketika suatu saat ia mampu menhafal tulisan " air susu ibu tanda kasih sayang dan mencerdaskan kita semua" dan tentu membuat kami semua terperanjat waktu itu. Sampai ia berusia 13 tahun tidak pernah ada tanda-tanda kelemahan fisik pada dirinya. Hobinya adalah olahraga Volley dan musik (terutama mencipta lagu dan menyanyi). Namun rupanya Tuhan berkehendak lain. bayang yang begitu taat terhadap Tuhannya, justru dipanggil dalam usia yang masih sangat relatif muda (16 tahun). Namun... kami bangga karena diberi kesempatan melahirkan dan mendampingi Bayang sampai pada usianya yang ke -16.

Jaringan TV-Flash Media
Jaringan TV-Flash Media
Situs TV- online dengan koneksi terbatas
Psikopatologi dalam psikologi Islam
Akibat dominasi pola kehidupan modern yang materialistik dan egoistik, mengakibatkan situasi psikologis umat manusia semakin tidak menentu. Tatanan dan tradisi yang telah mengakar dan teruji validitasnya selama berabad-abad berubah begitu saja, meskipun apa yang baru didapat belum tentu mampu menjawab berbagai problem kesehariannya.
Karenanya tidak mengherankan apabila akhir-akhir ini ditemukan berbagai perilaku yang aneh-aneh dan nyeleneh yang dianggap sebagai gejala patologis bagi kehidupan modern33.
Disadari atau tidak, fenomena modern semacam itu telah merasuki kejiwaan umat Islam. Mereka seringkali merasakan kegelisahan dan kekhawatiran yang mendalam, tanpa diketahui sumbernya dari mana perasaan menggoda pikiran (obsessional neurosis) itu muncul. Bahkan dengan sengaja, mereka mencoba memahami perasaannya melalui bantuan Paranormal, psikiater, konselor atau melalui cara-cara baru yang diyakini keampuhannya, namun hal itu tidak membawa hasil yang cukup signifikan. Hal itu setidak-tidaknya disebabkan oleh : Pertama, mereka telah melupakan resep-resep agama yang mengatur perilaku psikologis, sehingga mereka tidak mengetahui bagaimana seharusnya yang diperbuat; dan kedua, mereka mencoba memahami psikopatologi dalam dirinya melalui teori-teori modern, namun dalam teori-teori modern itu tidak mampu menembus wilayah kejiwaan yang paling dalam dan misteri seperti wilayah spiritual dan keagamaan, sehingga mereka tidak menemukan apa yang dicari.

Studi tentang psikopatologi paling tidak dapat bertolak dari tiga asumsi, yang masing-masing asumsi memiliki implikasi psikologis yang berbeda-beda. Pertama, pada dasarnya jiwa manusia itu dilahirkan dalam keadaan sakit, kecuali dalam kondisi tertentu ia dinyatakan sehat; kedua, pada dasarnya jiwa manusia itu dilahirkan dalam keadaan netral (tidak sakit dan tidak sehat). Sakit dan sehatnya tergantung pada proses perkembangan hidupnya; ketiga, pada dasarnya jiwa manusia itu dilahirkan dalam keadaan sehat, kecuali dalam kondisi tertentu ia dinyatakan sakit.

Asumsi pertama dikembangkan aliran Psiko-analisa Sigmund Freud. Menurut Freud, jiwa manusia dilahirkan dalam kondisi jahat, buruk, bersifat negatif atau merusak. Agar ia berkembang dengan positif, diperlukan cara-cara pendamping yang bersifat impersonal dan direktif atau mengarahkan. Kesimpulan demikian itu didasarkan atas penyelidikan Freud terhadap beberapa pasien yang datang ke laboratoriumnya. Dari sini tampak bahwa teori Psiko-analisa Freud sebenarnya hanya cocok untuk orang yang sakit dan bukan dikonsumsikan untuk orang yang sehat. Asumsi ini selain bersifat pesimistik juga menafikan eksistensi manusia sebenarnya, sehingga pada gilirannya mengakibatkan dehumanisasi dalam psikologi.

Sedangkan asumsi kedua dikembangkan aliran Psiko-behavioristik radikal B.F Skinner. Menurutnya, jiwa manusia dilahirkan dalam kondisi netral, seperti tabula rasa (kertas putih), hanya lingkungan yang menentukan arah perkembangan jiwa tersebut. Lingkungan yang baik akan membentuk suasana psikologis yang baik dan harmonis, sebaliknya lingkungan yang buruk akan berimplikasi pada gejala psikologis yang buruk pula. Asumsi ini selain bersifat deterministik dan mekanistik, juga memperlakukan manusia seperti makhluk yang tidak memiliki jiwa yang unik. Jiwa manusia dianggap seperti jiwa hewan yang tidak memiliki kecenderungan apa-apa dan dapat diatur seperti mesin atau robot.

Sementara asumsi ketiga dikembangkan aliran Psiko-humanistik Abraham Maslow dan Carl Rogers. Menurutnya, jiwa manusia dilahirkan dalam kondisi sadar, bebas, bertanggung jawab yang dibimbing oleh dayadaya positif yang berasal dari dalam dirinya sendiri ke arah pemekaran seluruh potensi manusiawi secara penuh. Agar berkembang ke arah positif, manusia tidak memerlukan pengarahan melainkan membutuhkan suasana dan pendamping personal serba penuh penerimaan penghargaan demi mekarnya potensi positif yang melekat dalam dirinya.


Sumber: http://bs-ba.facebook.com
KEPRIBADIAN DAN PSIKOPATOLOGI

Pencantuman prinsip realitas ini ternyata merupakan langkah yang berakibat besar. Pertama, tuntutan yang baru menimbulkan keperluan akan serangkaian adaptasi aparat psikis, yang dapat kita singgung hanya sepintas lalu, karena pengetahuan kita tidak cukup atau tidak pasti. Sambil ego menempuh aIih bentuk dari ego-kenikmatan ke ego-realitas, dorongan naluri seksual mengalami berbagai perubahan yang membawanya dari autoerotisme pada awalnya, melalui berbagai fase-antara, sampai cinta-obyek yang melayani fungsi prokreasi. Kalau benar bahwa setiap tingkat dari kedua proses perkembangan bisa menjadi lokasi disposisi penyakit neurotik dikemudian hari, maka sangat mungkin untuk menggantungkan bentuk penyakit kemudian itu pada fase -dalam fase perkembangan ego dan libido- dimana dahulu terjadi hambatan disposisional perkembangan. Maka melekatlah makna yang tak terduga pada sifat-sifat kronologis dari kedua perkembangan itu, yang belum kita pelajari, dan pada berbagai kemungkinan variasi dalam sinkronisasinya.

Silvano Arieti mengatakan bahwa penderita schizofrenia sebenarnya sudah sakit jauh sebelum ia mulai memperlihatkan gejala-gejala klinis penyakitnya. Sebelum itu, pada pasien sudah ada (barangkali sudah lama ada) kerentanan yang khas yang melekat pada sifat intrinsik kepribadiannya sehingga berhadapan dengan peristiwa atau krisis tertentu perangkat adaptasinya gagal dan dia bereaksi dengan gejala-gejala. Dalam ilmu kedokteran yang konvensional gejala-gejala adalah manifestasi penyakit dari gejala-gejala kita mengenal (mengidentifIkasi) dan menggolongkan (mengklasifikasi) penyakit. Tetapi tidak demikian dengan gangguan dan penyakit mental, kecuali yang organik; meskipun diagnosis gangguan psikiatrik (bukan-organik) memang biasanya ditegakkan atas gejala menurut kelaziman ilmu kedokteran klinis, namun kita pun terbiasa untuk menganggap gejala-gejala itu bukan sebagai tanda dari penyakit-nya. Gejala-gejala itu adalah manifestasi, atau sebagian dari manifestasi dari reaksi (atau respon) individu atas peristiwa atau krisis hidup didalam individu atau di lingkungannya-yang memaksakannya untuk mengadakan perubahan adaptatif.

Salah satu pokok pikiran yang timbul sejak masa awal perkembangan ilmu kedokteran, dan yang merintis pembangunan konsep ilmiah tentang jiwa (psyche) ialah konsep yang disebut delta fungsional. Delta fungsional dapat diterangkan dengan memperhatikan kesenjangan antara keluhan (sebagai istilah kedokteran) dan gejala medis; keluhan berupa suatu ekspresi atau laporan verbal atau behavioral tentang gangguan dalam fungsi dan kenyamanan fisik, sedangkan gejala merupakan suatu kenyataan patofisiologis yang mempunyai hubungan kausal dengan apa yang dikeluhkan dan mendasari keluhan itu. Dalam keadaan nomral, jika tidak ada keluhan maka boleh dianggap tidak ada juga kelainan patologik dan jika tidak ada kelainan patologik, jika orang itu sehat, maka tidak akan ada keluhan.

Sumber: http://ajichrw.wordpress.com
Hak Cipta @ Bayang Reka Television - Po Box 638 Tangerang 15001 Indonesia Phone: 021-5517190 e-mail: bayangrekatv@yahoo.com
WEB LINK:
HOME        ABOUT US        ACTUAL NEWS        ARSIP        BRAIN        CYNEMA        DANGEROUS ZONE       FLORA        FAUNA        HEALTH        HIGHWAY          ILMIAH
JOURNEY        KIDS        KULINER        KONFLIK        MAN        MISTERI     MUSIK        PLANET        PSYCHOLOGY        REKAYASA           SPORT     TRAVELING
TRAGEDI         UNPLUGE        WOMAN        X-FILE
All about Psychology:

Hubungan antara Psikopatologi dan Relasi Keluarga dengan Derajat Keparahan Penyalahgunaan Zat pada Remaja


Penyalahgunaan zat adalah masalah nasional saat ini dan telah dihubungkan dengan kejahatan, pengangguran, kesehatan dan ekonomi. Penyalahgunaan zat dimulai kebanyakan pada usia remaja. Data-data di RS Ketergantungan Obat Jakarta menunjukkan bahwa jumlah remaja penderita penyalahgunaan obat dalam tahun-tahun terakhir makin meningkat.<p><p>Penyebab penyalahgunaan zat adalah multifaktorial. Adanya psikopatologi dan relasi keluarga yang buruk diketahui berperan terhadap terjadinya penyalahgunaan zat, sedangkan derajat keparahannya memiliki tingkat yang berbeda.<p><p>Tujuan penelitian ini adalah memperoleh gambaran psikopatologi, relasi keluarga dan derajat keparahan pada remaja penderita penyalahgunaan zat serta mengukur hubungan antara psikopatologi, relasi keluarga dengan derajat keparahan penyalahgunaan zat pada remaja.<p><p>Telah dilakukan penelitian cross sectional terhadap 104 remaja penderita penyalahgunaan zat di Rumah Sakit Ketergantungan Obat selama bulan Oktober hingga Desember 2000. Beberapa instrumen yang dipakai adalah Symptom Check List (SCL)-90, Family Adaptibility and Cohension Evaluation Scale (FACES) III dan Kuesioner Penyalahgunaan Obat (KPO). Data yang diperoleh diolah dengan Fischer Exact Test dan Regresi Logistik dengan bantuan program komputer SPSS versi 10.<p><p>Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa psikopatologi memiliki hubungan yang bermakna dengan keparahan penyalahgunaan zat pada remaja. Sedangkan relasi keluarga dan keparahan penyalahgunaan zat pada remaja tidak memiliki hubungan yang bermakna. Remaja dengan psikopatologi memiliki peluang enam belas kali dibandingkan remaja tanpa psikopatologi untuk mengalami keparahan dalam penyalahgunaan zat.

Sumber: http://repository.unikom.ac.id
Video Artikel Lainnya:

Pengaruh Stress terhadap Memori Seseorang

Mengenal Metode Lovaas

Terapi Neurofeedback

COMPLEMENTARY THERAPHY & PHYSICAL THERAPHY

THERAPHY SENSORI INTEGRASI

Anorexia Nervosa

Depresi

Alzheimer

"Theory of Mind" pada Remaja Down Syndrom dan Penyandang Gangguan Perkembangan Mental

Gangguan Mental Ternyata Penyakit Keturunan

Psikopatologi  Anak dan Remaja Termasuk Prediksi Pengalaman Delusional Seperti  yang Dialami Individu Dewasa